HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP MASYARAKAT DAN PERAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN RABIES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AUR DURI TAHUN 2025
Kata Kunci:
Perilaku Pencegahan RabiesAbstrak
Latar Belakang : Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena mengakibatkan kematian serta termasuk kedalam penyakit tropis terabaikan (PTT). Ketika gejala klinis pada seseorang muncul, angka case fatality rate (CFR) rabies hampir 100%. Penularan penyakit ini dapat dicegah dengan perilaku pencegahan rabies yang baik seperti pemberian vaksin HPR. Capaian vaksin HPR saat ini mencapai 40%, angka ini masih rendah dari target vaksin rabies yaitu 70%. Berdasarkan data dari dinas kesehatan Kota Jambi terjadi peningkatan kasus rabies yang sangat signifkan yaitu dari 5 kasus pada tahun 2022 menjadi 54 kasus pada tahun 2023. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan dengan periaku pencegahan rabies di wilayah kerja puskesmas Aur Duri tahun 2025. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui metode analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi adalah seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sebanyak 105 orang. Analisis dilakukan dengan cara uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=5%. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan rabies dengan p-value = 0,014, sikap dengan perilaku pencegahan rabies dengan p- value 0,016, dan peran tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan rabies dengan p-value = 0,029. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan rabies. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menguatkan sistem surveilans epidemiologi dan melakukan edukasi penyakit rabies




