https://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/issue/feedJurnal Dinamika Kesehatan Masyarakat2025-08-01T13:16:25+07:00Open Journal Systemshttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1087ANALSIS SISTEM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS TAJINAN2025-08-01T10:39:07+07:00Anis Ansyorijdkm@ijurnal.comAchmad Jaelani Rusdijdkm@ijurnal.comFita Rusdian Ikawatijdkm@ijurnal.comMaulahdini Oktaviajdkm@ijurnal.com<p>Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan inovasi dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi administrasi medis dan kualitas layanan. Puskesmas Tajinan telah mengimplementasikan RME dalam unit rawat jalan, namun masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem penyelenggaraan RME di Puskesmas Tajinan dengan menekankan aspek sarana prasarana dan kendala teknis yang sering dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi terhadap kepala rekam medis, dokter dan perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan perangkat komputer, kurangnya pelatihan teknis bagi tenaga medis, serta kualitas jaringan internet yang belum optimal menjadi hambatan utama dalam implementasi RME. Selain itu, aplikasi E- Puskesmas juga sering mengalami gangguan teknis yang menyebabkan keterlambatan pelayanan dan peningkatan beban kerja tenaga medis. Tidak adanya petugas IT di puskesmas juga memperburuk permasalahan teknis yang terjadi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan infrastruktur, melakukan pelatihan kepada tenaga medis dan evaluasi selama pelatihan, serta menambah tenaga IT untuk memastikan kelancaran operasional RME. Dengan adanya perbaikan sistem, diharapkan implementasi RME dapat berjalan optimal dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesams Tajinan</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1098HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN ASUPAN GIZI DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) PENGGUNA KB SUNTIK DI UPTD PUSKESMAS KENALI BESAR TAHUN 20252025-08-01T10:59:34+07:00Theo Fany Tariganjdkm@ijurnal.comIsmi Nurwaqiah Ibnujdkm@ijurnal.comMuhammad Rifqi Azharyjdkm@ijurnal.comSilvia Mawarti Perdanajdkm@ijurnal.comSri Astuti Siregarjdkm@ijurnal.com<p>Obesitas merupakan akumulasi lemak abnormal dalam tubuh. Obesitas bisa terjadi dikarenakan genetik, usia, kurangnya aktivitas fisik, asupan gizi yang tidak seimbang serta kondisi psikologis seseorang. Obesitas pada kalangan wanita usia subur dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan reproduksi seperti kesulitan dalam hamil, kesehatan yang buruk selama masa kehamilan dan <em>postpartum</em>. Dampak lain dari obesitas pada wanita usia subur adalah timbulnya penyakit kardiovaskuler. Prevalensi obesitas di Puskesmas Kenali Besar pada Tahun 2023 sebesar 30,06%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara faktor aktivitas fisik dan asupan gizi dengan kejadian obesitas pada wanita usia subur akseptor KB suntik di Puskesmas Kenali Besar tahun 2025. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi <em>crosssectional</em> analitik. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 53 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik <em>total sampling</em> dengan mempertimbangkan kriteria inkusi dan eksklusi. Dengan variabel <em>dependen</em> adalah obesitas serta variabel <em>independen</em> adalah aktivitas fisik dan asupan gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada hubungan antara asupan gizi dengan kejadian obesitas p-value 0,001 (PR)= 2,582 (95% CI = 1,367-4,875). Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas p-value = 1,000</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1079REVOLUSI DIGITAL DI LAYANAN KESEHATAN: TRANSFORMASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI UNIT RAWAT JALAN PUSKESMAS TAJINAN2025-08-01T10:27:13+07:00Anis Ansyorijdkm@ijurnal.comFita Rusdian Ikawatijdkm@ijurnal.comDinda Aryanti Yustiningtyasjdkm@ijurnal.com<p>Rekam Medis Elektronik (RME) adalah sistem informasi yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan memproses data medis pasien secara digital. Menurut Kementrian Kesehatan, RME menggantikan sistem rekam medis manual yang berbasis kertas, sehingga memungkinkan akses informasi yang lebih cepat, akurat, dan efisien.(Siregar, 2024) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses transformasi digitalisasi rekam medis elektronik dan hambatan yang dihadapi selama proses implementasi. Pengumpulan data menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan wawancara dan observasi. Dari hasil observasi, ditemukan beberapa hambatan yaitu sarana dan prasarana yang kurang memadai, jaringan trouble yang mengakibatkan e-Puskesmas mengalami error yang menghambat kelancaran pencatatan data serta kurangnya pelatihan terhadap petugas terkait penggunaan sistem digital. Meskipun terdapat hambatan, transformasi digitalisasi RME di Puskesmas Tajinan telah membawa dampak positif dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan. Dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana serta pelatihan yang lebih intensif bagi tenaga medis, diharapkan implementasi RME dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang. Penelitian ini juga membawa dampak positif bagi pelayanan Kesehatan</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1095EVALUASI KELENGKAPAN FORMULIR VERIFIKASI DI SISTEM CASEMIX INA-CBGS BPJS DI RUMAH SAKIT BHIRAWA BHAKTI MALANG2025-08-01T10:53:54+07:00Fita Rusdian Ikawatijdkm@ijurnal.comAnis Ansyorijdkm@ijurnal.comDinda Aryanti Yustiningtyasjdkm@ijurnal.com<p>Sistem pembayaran INA-CBGs yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan mensyaratkan kelengkapan data administratif dan klinis sebagai dasar klaim pelayanan kesehatan. Kelengkapan Formulir Verifikasi Casemix menjadi krusial untuk memastikan ketepatan klaim dan kelancaran operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelengkapan pengisian formulir verifikasi dalam sistem casemix INA-CBGs di Rumah Sakit Bhirawa Bhakti Malang serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan dokumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi langsung terhadap 100 sampel formulir pada triwulan I tahun 2025. Hasil menunjukkan bahwa hanya 43% formulir yang dinyatakan lengkap. Faktor utama penyebab ketidaklengkapan meliputi: ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP), belum terbentuknya tim verifikasi khusus, minimnya koordinasi antar unit, serta kurangnya pemahaman petugas terhadap pentingnya pengisian formulir. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan SOP, pembentukan tim verifikasi, peningkatan koordinasi unit, serta evaluasi berkala sebagai upaya peningkatan kualitas administrasi klaim berbasis INA-CBGs</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1073EVALUASI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS PAYO SELINCAH KOTA JAMBI2025-08-01T10:19:16+07:00Zaida Atika Khoirunnisajdkm@ijurnal.comRizalia Wardiahjdkm@ijurnal.comArnild Augina Mekariscejdkm@ijurnal.comGuspiantojdkm@ijurnal.comAdila Solidajdkm@ijurnal.com<p>Latar belakang : puskesmas payo selicah adalah puskesmas denga jumlah peserta prolanis terendah padatahun 2023. Berdasarkan data dari bpjs kesehatan cabang jambi terdapat 45 penderita hipertnsi dan 5 penderita diabetes militus di puskesmas payo selincah. Salah satu manfaat yang didapatkan oleh peserta badan pemeliharaan jaminan kesehatan (bpjs) kesehatan yaitu pelayanan kesehatan promotif dan preventif, salah satunya ialah prolanis dengan tujuan untuk mendorong peserta yang menyandang penyakit kronis agar mencapai kualitas hidup optimal penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) peserta bpjs kesehatan di puskesmas payo selincah Metode penelitian : jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi evaluasi. Teknik pengambilan informan menggunakan <em>purposive sampling</em>. Informan penelitian sebanyak 8 informan. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komponen input ketersediaan sdm dan anggaran belum memadai, pada <em>process</em> segi <em>perencanaan</em> terdapat petugas kesehatan yang memiliki tugas ganda serta belum pernah dilakukan pelatihan segi <em>pelaksanaan</em> belum semua kegiatan prolanis terlaksanakan, serta pada <em>output</em> termasuk dalam zona aman</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1093EVALUASI FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT X2025-08-01T10:48:53+07:00Fita Rusdian Ikawatijdkm@ijurnal.comAnis Ansyorijdkm@ijurnal.comMaulahdini Oktaviajdkm@ijurnal.com<p>Proses verifikasi klaim BPJS di Rumah Sakit X masih mengalami berbagai kendala, salah satunya adalah pending klaim yang disebabkan karena penolakan resume klaim oleh verifikator. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor penyebab terjadinya pending klaim pasien rawat inap dengan meninjau aspek ketepatan kode diagnosis, kelengkapan resume medis, dan hasil penunjang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit X dengan menganalisis 140 rekam medis elektronik pasien rawat inap yang diajukan untuk klaim pada bulan April 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaktepatan kode diagnosis (0,7%), ketidaklengkapan resume medis (3,6%), dan ketidaklengkapan hasil penunjang (0,7%). Dari keseluruhan rekam medis elektronik, sebanyak 7 (5%) mengalami pending klaim. Dapat disimpulkan bahwa meskipun presentase rekam medis elektronik yang mengalami pending relatif kecil, faktor kelengkapan resume medis menjadi perhatian utama. Diperlukan penyusunan SOP, pelatihan pengkodean diagnosis, peningkatan ketelitian input resume, serta integrasi hasil penunjang guna menekan angka pending klaim di masa mendatang</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1061DETERMINAN GEJALA SKABIES PADA SANTRI PONDOK PESANTREN AL- HIDAYAH KECAMATAN RANTAU RASAU KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN 20252025-08-01T09:59:14+07:00Linda Agustinajdkm@ijurnal.comMarta Butar Butarjdkm@ijurnal.comOka Lesmana Sjdkm@ijurnal.comFajrina Hidayatijdkm@ijurnal.comAdelina Fitrijdkm@ijurnal.com<p>Latar belakang : Skabies merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang disebabkan adanya infeksi parasit yakni salah satu jenis parasit yang menyerang dibawah lapisan kulit sehingga menyebabkan rasa gatal yang intens. Menurut WHO Skabies termasuk kedalam penyakit tropis yang terabaikan (Skin Neglected Tropical Disease). Tingginya tingkat kontak antar santri dapat meningkatkan risiko terjadinya skabies secara terus menerus di Pondok Pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan gejala skabies pada santri pondok pesantren Al-Hidayah Kecamatan Rantau Rasau. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 167 orang santri dengan jumlah sampel sebanyak 86 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Proporsional Sampling. Teknik analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebersihan handuk (p=0,008) , kebersihan tempat tidur (p=0,002), dan kebersihan tangan dan kuku (p=0,029) dengann gejala skabies. Tidak ada hubungan kebersihan kulit (p=0,118), dan kebersihan pakaian (p=0,392) dengan gejala skabies. Dari 17 kamar santri tidak ada yang memenuhi syarat kelembaban dan kepadatan hunian. Kesimpulan : Variabel yang berhubungan dengan gejala skabies yaitu kebersihan handuk, kebersihan tempat tidur, dan kebersihan tangan dan kuku. Variabel yang tidak berhubungan dengan gejala skabies yaitu kerbersihan kulit dan kebersihan pakaian. Dari 17 kamar santri tidak ada yang memenuhi syarat kelembaban dan kepadatan hunian</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1088FAKTOR-FAKTOR YANG HUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEDAGANG DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI PASAR SENEN KECAMATAN SIULAK KABUPATEN KERINCI2025-08-01T10:43:06+07:00Nabela Famelyajdkm@ijurnal.comFajrina Hidayatijdkm@ijurnal.comOka Lesmana Sjdkm@ijurnal.comRD. Halimjdkm@ijurnal.comMuhammad Rifqi Azharyjdkm@ijurnal.com<p>Latar Belakang: Sampah merupakan sisa kegiatan manusia atau proses alam dalam bentuk padat yang dapat ditemukan di berbagai tempat seperti rumah, sekolah, dan pasar. Data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci menunjukkan jumlah sampah yang dihasilkan di Pasar Senen sebanyak 6 ton/minggu, namun yang terkelola hanya 2,5 ton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Senen. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel 106 pedagang. Instrumen penelitian adalah wawancara menggunakan kuesioner dan observasi langsung menggunakan lembar observasi. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Terdapat (82,1%) pedagang yang berperilaku kurang baik dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (P-Value = 0,040), sikap (P-Value = 0,038), tingkat pendidikan (P-Value = 0,028) dengan perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah, dan tidak terdapat hubungan antara sarana pembuangan sampah (P-Value = 0,792) dengan perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap, dan tingkat pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pedagang dalam pengelolaan sampah di Pasar Senen. Diharapkan adanya penyuluhan mengenai pengelolaan sampah bagi pedagang untuk meningkatkan pengetahuan pedagang sehingga dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih, sehat, dan tertata</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1049PERAN PERAWAT TERHADAP EFEK SAMPING KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER DI RUANGAN 3 A SOUTH DI RUMAH SAKIT MURNI TEGUH MEDAN2025-08-01T09:09:08+07:00Desi Fransisa Siahaanjdkm@ijurnal.com<p>Latar belakang: Kemoterapi merupakan terapi sistemik yang bertujuan menekan kekambuhan dan penyebaran sel tumor, namun menimbulkan efek samping karena obatnya juga merusak sel sehat, seperti menyebabkan mual, muntah, dan kerontokan rambut. Perawat berperan penting sebagai pemberi asuhan, pendidik, dan pendamping pasien, yang diharapkan mampu membantu pasien mengelola dampak kemoterapi secara fisik dan psikologis. Tujuan: Untuk mengetahui Peran Perawat Terhadap Efek Samping Kemoterapi Pada Pasien Kanker. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Murni Teguh Medan pada Maret 2022 dengan total responden sebanyak 20 perawat menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner demografi dan pertanyaan tertutup sebanyak 15 item, dianalisis melalui tahapan editing, coding, entry data, dan cleaning. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (a=0,05). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa Mayoritas responden dalam penelitian ini memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Keperawatan (S1) sebesar 55%, sementara 45% lainnya adalah lulusan Diploma III Keperawatan. Diketahui bahwa peran perawat sebagian besar tidak dilakukan (65%) dan efek samping kemoterapi yang bersifat tidak berefek mencapai 60%. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p-value = 0,002 (< 0,05), sehingga Ha diterima dan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara peran perawat terhadap efek samping kemoterapi pada pasien kanker di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Kesimpulan: perawat berperan dalam menangani efek samping pada pasien kanker. Saran: Disarankan manajemen Rumah Sakit Murni Teguh Medan agar memperkuat sistem pelatihan internal di bidang keperawatan onkologi dan mengembangkan standar operasional prosedur (SOP) terkait pendampingan pasien kemoterapi</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1084ANALISIS KESIAPAN PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP PELAKSANAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS TAJINAN2025-08-01T10:35:57+07:00Anis Ansyorijdkm@ijurnal.comUntung Slamet Sjdkm@ijurnal.comNabila Zhahirahjdkm@ijurnal.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan petugas rekam medis dalam menghadapi penerapan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Tajinan serta mengidentifikasi strategi yang dapat meningkatkan kesiapan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan petugas rekam medis, dokter, dan perawat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mengenai RME cukup baik, namun implementasinya belum optimal karena perbedaan kesiapan petugas yang disebabkan kurangnya pelatihan teknis. Kendala utama dalam penerapan RME meliputi sarana dan prasarana yang belum memadai, gangguan jaringan internet dan error sistem yang menyebabkan penggunaan sistem elektronik terganggu sehingga, sementara waktu menggunakan sistem manual. Kemudian strategi yang direkomendasikan oleh petugas mencakup pelatihan dan sosialisasi rutin, peningkatan sarana dan prasarana, serta evaluasi berkala dan dukungan teknis. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan petugas rekam medis dan efektivitas penerapan RME di Puskesmas Tajinan</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1097EVALUASI KETIDAKLENGKAPAN PENGISIAN ELEKTRONIK GENERAL CONSENT DI RUMAH SAKIT TNI AD BHIRAWA BHAKTI MALANG2025-08-01T10:56:21+07:00Fita Rusdian Ikawatijdkm@ijurnal.comAnis Ansyorijdkm@ijurnal.comNabila Zhahirahjdkm@ijurnal.com<p>Digitalisasi rekam medis merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satunya melalui penerapan sistem General Consent elektronik yang mendukung pengelolaan informasi pasien secara cepat, aman, dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kelengkapan pengisian General Consent elektronik di Rumah Sakit TNI AD Bhirawa Bhakti Malang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan dari 100 dokumen General Consent elektronik pasien rawat jalan dan rawat inap pada bulan Mei 2025 melalui telaah isi dokumen dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Hasil penelitian menunjukkan hanya 14% dokumen yang terisi lengkap dan terintegrasi dengan baik ke dalam SIMRS, sementara 86% dokumen tidak lengkap atau tidak terintegrasi. Faktor penyebab utama ketidaklengkapan adalah belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur pengisian, kurangnya pelatihan petugas, keterbatasan waktu pelayanan akibat beban kerja tinggi, dan tidak adanya audit internal yang rutin. Penelitian ini menegaskan perlunya penyusunan SOP, pelatihan berkala, pengaturan alur pelayanan yang lebih baik, serta penerapan audit internal untuk meningkatkan mutu pengisian General Consent elektronik dan mendukung pencapaian standar akreditasi rumah sakit</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1077ANALISIS PERBEDAAN PERSEPSI PASIEN BPJS DAN NON BPJS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MURNI TEGUH2025-08-01T10:24:10+07:00Rina Susanty Simanjuntakjdkm@ijurnal.com<p>Latar belakang: Program BPJS Kesehatan telah diterapkan di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Utara, namun pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait pelayanan kesehatan yang dianggap berbeda dengan pasien umum. Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan persepsi pasien BPJS dan non BPJS di ruang rawat inap. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Populasi penelitian sebanyak 80 orang, dengan jumlah sampel 44 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 22 orang. Penarikan sampel secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan tingkat signifikansi 95% (a=0,05). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien BPJS (54,5%) menilai mutu pelayanan tidak baik, sedangkan mayoritas pasien Non BPJS (68,2%) menilai pelayanan dalam kategori baik. Hasil uji Independent Sample T-test menunjukkan nilai p-value 0.002 < α 0.05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam persepsi mutu pelayanan antara pasien BPJS dan Non BPJS di ruang rawat inap Rumah Sakit Murni Teguh. Kesimpulan: persepsi pasien BPJS berbeda dengan persepsi pasien non BPJS tentang pelayanan rawat inap. Saran: Disarankan mutu pelayanan di ruang rawat inap ditingkatkan tanpa membedakan golongan pasien, agar pasien memiliki persepsi yang baik terhadap layanan rumah sakit, seperti prosedur penerimaan pasien yang lebih cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit.</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1094EVALUASI KELENGKAPAN BERKAS REKAM MEDIS ELEKTRONIK RAWAT JALAN DI RS TNI AD BHIRAWA BHAKTI2025-08-01T10:51:25+07:00Fita Rusdian Ikawatijdkm@ijurnal.comAnis Ansyorijdkm@ijurnal.comLailita Dwi Jayantijdkm@ijurnal.com<p>Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan mendorong implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) sebagai upaya meningkatkan efisiensi, akurasi, dan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kelengkapan pengisian berkas RME rawat jalan di RS TNI AD Bhirawa Bhakti Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025 menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel acak terhadap 100 berkas Rekam Medis Elektronik rawat jalan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh sampel (100%) belum memenuhi kriteria kelengkapan total. Dari tujuh indikator yang ditinjau, hanya tiga indikator yang mencapai kelengkapan 100%, yaitu Resume Medis, Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi Dokter, dan Bukti Pelayanan. Sementara itu indikator lain menunjukkan tingkat kelengkapan yang rendah, terutama Hasil Penunjang (22%), CPPT Perawat (28%), dan Catatan Pemberian Obat (46%). Faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan antara lain adalah kurangnya sosialisasi SOP, keterbatasan waktu pengisian, serta rendahnyakoordinasi antar tenaga kesehatan. Oleh karena itu diperlukan langkah strategis berupa optimalisasi sistem RME, penegakan implementasi SOP, evaluasi berkala sebagai bagian mutu dokumentasi rekam medis</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1068DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SIMPANG IV SIPIN TAHUN 20252025-08-01T10:13:45+07:00Jhessica Duy Jumicha Br Surbaktijdkm@ijurnal.comOka Lesmana Sjdkm@ijurnal.comMuhammad Rifqi Azharyjdkm@ijurnal.comFajrina Hidayatijdkm@ijurnal.comMarta Butar Butarjdkm@ijurnal.com<p><strong>Latar Belakang :</strong> Data tahun 2023 dari Dinas Kesehatan Kota Jambi menunjukkan bahwa hipertensi menempati urutan pertama dari 10 penyakit utama di Kota Jambi, dengan jumlah kasus 6.673. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang mempengaruhi kejadian hipetensi di Puskesmas Simpang IV Sipin tahun 2025. <strong>Metode Penelitian :</strong>Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi <em>crosssectional</em> analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat berusia ≤18 tahun di wilayah kerja Puskesmas Simpang IV Sipin. Untuk mengetahui sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Lemeshow uji hipotesis beda 2 proporsi. Pengambilan sampel dengan meggunakan teknik <em>accidental sampling</em> dengan jumlah sampel 88 orang. Analisis dilakukan dengan cara uji statistik <em>Chi Square</em> dengan tingkat kemaknaan ???? = 5%. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur dengan kejadian hipertensi dengan <em>p-value</em> =0,002, jenis kelamin dengan kejadian hipertensi dengan nilai <em>p-value</em> = 0,015, kebisingan dengan kejadian hipertensi dengan nilai <em>p-value</em> = 0,023.</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1091DETERMINAN OBESITAS PADA ANAK BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKES MAS TANJUNG PINANG KOTA JAMBI2025-08-01T10:46:23+07:00Tuhfah Fitria Darmawanjdkm@ijurnal.comAsparianjdkm@ijurnal.comSri Astuti Siregarjdkm@ijurnal.comHerwansyahjdkm@ijurnal.comMuhammad Rifqi Azharyjdkm@ijurnal.com<p>Latar Belakang: Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting, masalah yang menonjol pada remaja adalah seksualitas (termasuk hubungan seks dini, kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi), HIV dan AIDS serta penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pelaksanaan program pusat informasi dan konseling remaja (PIK-R) terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku TRIAD KRR pada siswa di SMAN 13 Kota Jambi. Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling. Jumlah sampel 60 siswa Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan dengan menggunakan Paired-Samples T-Test dan Independent Samples T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan dan perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi materi TRIAD KRR, yaitu dengan nilai p pada variabel pengetahuan dan sikap <0,005. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan sikap siswa SMAN 13 Kota Jambi mengenai TRIAD KRR sebelum dan sesudah intervensi diketahui mengalami peningkatan yang sangat baik. Diharapkan siswa menjadi agen perubahan untuk memperluas informasi kepada teman sebaya</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakathttps://ijurnal.com/1/index.php/jdkm/article/view/1053HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP MASYARAKAT DAN PERAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN RABIES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AUR DURI TAHUN 20252025-08-01T09:42:10+07:00Tri Mei Zahrajdkm@ijurnal.comEvy Wisudarianijdkm@ijurnal.comMarta Butar Butarjdkm@ijurnal.comPuspita Sarijdkm@ijurnal.comAshar Nuzulul Putrajdkm@ijurnal.com<p><strong>Latar Belakang :</strong> Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena mengakibatkan kematian serta termasuk kedalam penyakit tropis terabaikan (PTT). Ketika gejala klinis pada seseorang muncul, angka case fatality rate (CFR) rabies hampir 100%. Penularan penyakit ini dapat dicegah dengan perilaku pencegahan rabies yang baik seperti pemberian vaksin HPR. Capaian vaksin HPR saat ini mencapai 40%, angka ini masih rendah dari target vaksin rabies yaitu 70%. Berdasarkan data dari dinas kesehatan Kota Jambi terjadi peningkatan kasus rabies yang sangat signifkan yaitu dari 5 kasus pada tahun 2022 menjadi 54 kasus pada tahun 2023. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan dengan periaku pencegahan rabies di wilayah kerja puskesmas Aur Duri tahun 2025. <strong>Metode :</strong> Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui metode analitik observasional dengan desain penelitian <em>cross-sectional</em>. Populasi adalah seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Aur Duri. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik <em>Purposive Sampling</em> dengan jumlah sebanyak 105 orang. Analisis dilakukan dengan cara uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=5%. <strong>Hasil :</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan rabies dengan p-value = 0,014, sikap dengan perilaku pencegahan rabies dengan p- value 0,016, dan peran tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan rabies dengan p-value = 0,029. <strong>Kesimpulan :</strong> Ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan rabies. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menguatkan sistem surveilans epidemiologi dan melakukan edukasi penyakit rabies</p>2025-08-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakat