PEMBENTUKAN KARAKTER KRISTIANI DI ERA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN KOLABORASI ANTARA REMAJA KRISTEN DENGAN REMAJA LINGKUNGAN SETEMPAT DI HKBP TRINITI MANDALA (GOTONG ROYONG)
Kata Kunci:
Pembentukan Karakter, Gotong Royong, Remaja Kristen, Era Digital, Mengutip Sampah, HKBP TrinitAbstrak
Era digital membawa tantangan bagi pembentukan karakter Kristiani, terutama bagi remaja yang semakin terpapar oleh pengaruh teknologi dan budaya global. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk memperkuat karakter Kristiani adalah melalui nilai gotong royong, khususnya dalam kegiatan sosial seperti mengutip sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kolaborasi antara remaja Kristen dan remaja lingkungan setempat dalam kegiatan gotong royong, seperti mengutip sampah di lingkungan HKBP Triniti, dapat membentuk karakter yang berlandaskan nilainilai Kristiani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali dampak kegiatan gotong royong terhadap pembentukan karakter remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mengutip sampah tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama. Melalui interaksi langsung dalam kegiatan ini, remaja belajar untuk lebih peduli terhadap sesama, memiliki sikap rendah hati, serta memahami makna pelayanan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terdapat tantangan, seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan dan keterlibatan yang masih terbatas, pendampingan dari gereja dan pembina remaja terbukti mampu membentuk pola pikir dan karakter yang lebih peduli serta aktif dalam komunitas. Dengan demikian, gotong royong dalam bentuk sederhana seperti mengutip sampah bukan hanya mencerminkan tanggung jawab sosial, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter Kristiani yang kuat di era digital. Era digital membawa berbagai tantangan dalam pembentukan karakter Kristiani, terutama bagi remaja yang hidup di tengah arus informasi yang cepat dan budaya individualisme yang semakin kuat. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan strategi yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui kolaborasi antara remaja Kristen dan remaja lingkungan setempat dalam aksi sosial yang nyata. Penelitian ini mengkaji pembentukan karakter Kristiani di era digital melalui kegiatan gotong royong mengutip sampah di sekitar HKBP Triniti sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama. Melalui interaksi langsung dan kerja sama dalam kegiatan sosial, remaja belajar untuk lebih memahami pentingnya peran mereka sebagai garam dan terang dunia, sesuai dengan ajaran Alkitab. Selain itu, kolaborasi ini mempererat hubungan antar komunitas dan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Dengan demikian, pembentukan karakter Kristiani di era digital dapat dilakukan melalui pendekatan yang seimbang antara pemanfaatan teknologi secara bijak dan keterlibatan aktif dalam aksi sosial. Gotong royong mengutip sampah di HKBP Triniti menjadi contoh konkret bagaimana nilai-nilai Kristiani dapat diwujudkan dalam tindakan nyata, sehingga remaja dapat bertumbuh menjadi individu yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.




