https://ijurnal.com/1/index.php/jipkn/issue/feedJurnal Inovasi Pelayanan Kesehatan Nasional2025-07-01T12:23:40+07:00Open Journal Systemshttps://ijurnal.com/1/index.php/jipkn/article/view/1010PERAN MEDIA EDUKASI VISUAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PASIEN TERHADAP ALUR PENDAFTARAN PASIEN LAYANAN IGD BERBASIS REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RSUD BANGIL KAB. PASURUAN2025-07-01T11:44:18+07:00Tatsbita Sabrinajipkn@ijurnal.comFita Rusdian Ikawatijipkn@ijurnal.comAnis Ansyorijipkn@ijurnal.comAulia Mubarok Lubisjipkn@ijurnal.comEvira Afridajipkn@ijurnal.com<p>Pendahuluan: Proses pendaftaran pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangil saat ini sudah berbasis Rekam Medis Elektronik (RME), namun masih ditemukan pasien yang mengalami kebingungan dalam memahami alurnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media edukasi visual berupa video animasi dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap alur pendaftaran IGD berbasis RME. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara terhadap dua pasien dan satu petugas pendaftaran, serta dokumentasi video edukasi yang ditayangkan di ruang tunggu IGD. Hasil: Menunjukkan bahwa pasien merasa lebih mudah memahami alur pendaftaran setelah menonton video edukasi dibandingkan dengan media cetak atau penjelasan lisan. Dari sisi petugas, media ini membantu mengurangi pertanyaan berulang dan mempercepat proses administrasi. Simpulan: Media edukasi visual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap alur pendaftaran IGD dan mendukung pelayanan yang lebih efisien.</p>2025-07-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Inovasi Pelayanan Kesehatan Nasionalhttps://ijurnal.com/1/index.php/jipkn/article/view/1008GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI (LITERATURE REVIEW)2025-07-01T11:32:58+07:00Siti Wahidah Marwiyahjipkn@ijurnal.comMuhammad Rifqi Azharyjipkn@ijurnal.comSri Astuti Siregarjipkn@ijurnal.comKasyanijipkn@ijurnal.comHerwansyahjipkn@ijurnal.com<p>Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami remaja putri, sering kali disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, sikap yang tidak mendukung, dan perilaku kebersihan yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan reproduksi terhadap kejadian keputihan melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah analisis sistematis terhadap enam artikel ilmiah terindeks dari tahun 2019 hingga 2025. Hasil menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian keputihan, dengan nilai p-value di bawah 0,05. Perilaku menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi kejadian keputihan. Meskipun banyak remaja memiliki pengetahuan baik dan sikap positif, masih terdapat kesenjangan dalam penerapan perilaku higienis secara konsisten. Edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan dan menggunakan media yang menarik sangat diperlukan untuk mencegah keputihan sejak usia dini.</p>2025-07-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Inovasi Pelayanan Kesehatan Nasionalhttps://ijurnal.com/1/index.php/jipkn/article/view/1011EFEKTIVITAS BOOKLET DAN LEAFLET TENTANG MP-ASI TERDADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA IBU ANAK USIA 6-24 BULAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP LEMPUR KABUPATEN KERINCI2025-07-01T11:47:14+07:00Marina Masdulhaqjipkn@ijurnal.comUsi Lanitajipkn@ijurnal.comMuhammad Rifqi Azharijipkn@ijurnal.comPuspita Sarijipkn@ijurnal.comKasyanijipkn@ijurnal.com<p>Latar Belakang: Kekurangan gizi masih menjadi masalah di Provinsi Jambi, termasuk Kabupaten Kerinci, meskipun prevalensi stunting mengalami penurunan. Salah satu faktor utama penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi eksperimen (pre-test dan posttest tanpa kelompok kontrol) yang dilaksanakan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Lempur pada Januari–Februari 2025. Sampel terdiri dari 80 ibu, dibagi menjadi dua kelompok: 40 mendapatkan media booklet dan 40 mendapatkan media leaflet. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa baik booklet maupun leaflet efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu p < 0,05. Rata-rata peningkatan pengetahuan lebih tinggi pada kelompok booklet 52,83 dibanding leaflet 28,18, begitu juga sikap booklet: 48,74; leaflet: 32,26. Kesimpulan: Media booklet lebih efektif dibandingkan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu mengenai MP-ASI. Booklet direkomendasikan sebagai media edukasi yang dapat digunakan dalam penyuluhan gizi masyarakat.</p>2025-07-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Inovasi Pelayanan Kesehatan Nasionalhttps://ijurnal.com/1/index.php/jipkn/article/view/1009EVALUASI PEMANFAATAN MEDIA EDUKASI VISUAL DALAM PENERBITAN SURAT KETERANGAN MEDIS BERDASARKAN PERSPEKTIF PASIEN DAN PETUGAS2025-07-01T11:37:00+07:00Gebby Dwi Septianingtyasjipkn@ijurnal.comFita Rusdian Ikawatijipkn@ijurnal.comAnis Ansyorijipkn@ijurnal.comMuchamad Suzul Firmansyahjipkn@ijurnal.comEvira Afridajipkn@ijurnal.com<p>Penerbitan Surat Keterangan Medis (SKM) sering kali menghadapi kendala akibat kurangnya informasi yang mudah dipahami oleh pasien, yang berdampak pada kebingungan dan keterlambatan pelayanan. Media edukasi visual seperti leaflet dan banner berperan penting dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap prosedur administratif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan media edukasi visual dalam penerbitan SKM berdasarkan perspektif pasien dan petugas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi evaluatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pasien yang mengurus SKM serta petugas yang menerbitkannya. Hasil menunjukkan bahwa media edukasi visual membantu pasien memahami persyaratan dan prosedur SKM dengan lebih baik, serta mengurangi ketergantungan pada penjelasan verbal dari petugas. Pasien menilai informasi dalam leaflet dan banner mudah dipahami dan bermanfaat. Dari perspektif petugas, media edukasi mempercepat proses pelayanan, mengurangi repetisi penjelasan, dan meningkatkan efisiensi kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media edukasi visual berfungsi ganda sebagai alat edukatif bagi pasien dan alat bantu efisiensi bagi petugas, sehingga layak dijadikan bagian integral dalam sistem informasi rumah sakit, khususnya pada pelayanan administratif seperti SKM.</p>2025-07-01T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Inovasi Pelayanan Kesehatan Nasional