KOSAKATA LOKAL DALAM ANCAMAN PERUBAHAN IKLIM: SUATU STUDI EMPIRIS DI INDONESIA

Penulis

  • Sri Lestari Universitas Pamulang, Indonesia
  • Albert Sulaiman Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, BRIN, Tanggerang Selatan, Banten
  • Nasrul Universitas Pamulang, Indonesia

Kata Kunci:

Ekosistem, Kosakata, Perubahan Iklim, Studi Empiris

Abstrak

Kosakata lokal merupakan bagian dari kearifan budaya yang mencerminkan pengetahuan ekologis masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Perubahan iklim yang mengganggu stabilitas ekosistem dapat memicu pergeseran bahkan hilangnya kosakata tersebut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabilitas iklim global—diwakili oleh indeks Nino3.4—dan dinamika penggunaan kosakata lokal maupun global di Indonesia. Data frekuensi pencarian kosakata dikumpulkan melalui Google Trends dan dikategorikan menjadi dua kelompok: lokal (misalnya pranotomongso) dan global (termasuk kosakata serapan). Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menilai hubungan antara anomali iklim dan fluktuasi kosakata. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar kosakata tidak menunjukkan pola musiman yang kuat, namun istilah lokal seperti pranotomongso mengalami lonjakan signifikan selama periode ekstrem El Niño dan La Niña. Temuan ini menunjukkan bahwa kosakata lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai indikator adaptif yang potensial dalam merespons perubahan iklim. Studi ini menegaskan pentingnya pelestarian bahasa lokal sebagai bagian dari strategi adaptasi berbasis pengetahuan lokal.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-01