IMAN YANG MEMULIHKAN DAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: TINJAUAN TEOLOGIS ATAS BELAS KASIHAN YESUS DALAM MATIUS 9:27–31

Penulis

  • Gresia Simanjuntak Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Bangun, Bangun Universitas HKBP Nommensen Medan

Kata Kunci:

Belas Kasih Yesus, Iman yang Aktif, Penyembuhan dan Pemulihan, Teologi Naratif, Pendidikan Agama Kristen

Abstrak

Pelayanan penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus sering dianggap sekadar serangkaian mukjizat, padahal Injil Matius menyajikannya dalam konteks teologis yang sistematis dan mendalam. Penelitian ini fokus pada kisah penyembuhan dua orang buta yang tercantum dalam Matius 9:27–31 sebagai bagian dari pola teologis mengenai belas kasih, iman, dan identitas mesianik Yesus. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang kurang menekankan segi teologis dari narasi ini, studi ini bertujuan untuk menjelajahi arti pemulihan sebagai transformasi dalam aspek spiritual, sosial, dan emosional. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir naratif-teologis, melibatkan analisis teks Alkitab serta tinjauan pustaka terhadap literatur Injil Sinoptik dan teologi pastoral modern. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa penyembuhan yang terdapat dalam narasi ini bukanlah tindakan yang otomatis, melainkan respon terhadap iman yang aktif dan pengakuan mesianik, yang ditunjukkan oleh kasih ilahi yang memulihkan martabat manusia serta membangun komunitas yang terbuka. Implikasi dari penelitian ini juga menyentuh ranah Pendidikan Agama Kristen, di mana kisah Matius 9:27–31 dapat digunakan sebagai dasar pedagogis untuk menanamkan nilai iman yang aktif, kasih yang memulihkan, dan sikap empatik terhadap sesama. Dalam proses pembelajaran, peserta didik diajak untuk melihat iman bukan hanya sebagai keyakinan pribadi, tetapi sebagai kekuatan transformatif yang membentuk karakter, membangun solidaritas, dan mendorong pelayanan kepada yang terluka dan termarjinalkan. Sebagai implikasinya, gereja saat ini diajak untuk meneladani teladan pelayanan Yesus yang menyeluruh dan berbasis belas kasih yang aktif. Pendidikan teologi juga perlu memasukkan pengajaran tentang iman dan kasih dalam pendekatan pastoral yang relevan dengan konteks, demi pembentukan komunitas yang mampu menyembuhkan secara menyeluruh.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-01